Home > Sains > Free OSS Ternyata Mampu Mengalahkan Closed Software Commercial

Free OSS Ternyata Mampu Mengalahkan Closed Software Commercial

Jujur, awalnya saya menganggap remeh Open Source Software yang biasanya disertakan pada paket aplikasi di distro sebuah sistem operasi linux. Perbandingan utama saya tertuju pada aplikasi perkantoran yang umum digunakan, OpenOffice.org dan Microsoft Office. Tampilan (interface) dan fitur yang disuguhkan pada OpenOffice.org bisa dibilang masih sedikit lebih lemah dibandingkan dengan Microsoft Office. Tapi coba bandingkan dengan segi harganya. Weleh2… Subhanallah. Untuk fitur yang ‘nyaris’ mirip, mengapa harganya sangat berbeda jauh…?

Tapi disini, saya bukan membahas masalah aplikasi perkantoran tersebut. Tetapi saya terkonsentrasi pada software CD/DVD Creator yang telah terbundle pada distro Sabily 9.04 (Ubuntu 9.04). Segala pengalaman saya ini mungkin dapat menjadi pelajaran berharga bagi orang yang membaca postingan ini. Sebelumnya, Mohon maaf jika ada kata-kata yang terasa menyudutkan suatu pilak tertentu. Tetapi beginilah opini seorang user dalam menggunakan software. Banyak plus minus yang didapat.

Langsung saja, saya sempat berputus asa ketika DVD drive di laptop Toshiba saya terasa sudah lemah dalam membaca dan menulis (read and write) CD/DVD. Setiap saya ingin membakar (burning) CD/DVD, pasti ujung-ujungnya ada kesalahan (error) dalam menulis sehingga menyebabkan kepingan CD/DVD nya rusak dan tidak dapat ditulis lagi. Tapi anehnya, ketika saya burning beberapa data yang memiliki kapasitas tidak diatas 5 MB, pasti hasilnya mulus. Begitu pula ketika saya memburning file image dvd (.iso), hasilnya tetap mulus. Waktu itu, saya menggunakan sistem operasi Windows 7 dengan media burning standarnya. Untuk burning file .iso, saya gunakan aplikasi komersial full version.

Lalu kemudian saya berfikir untuk menggunakan aplikasi komersial di Windows 7 yang dapat menangani burning data ke CD/DVD. Saya kemudian menggunakan aplikasi komersial full version yang harganya sekitar xxx, lebih murah dibandingkan dengan Nero 9 yang harganya bahkan menggila🙂. Saya kembali mencoba burning DVD dengan kapasitas sekitar 4 GB. Apa yang saya dapat? Lagi-lagi kembali error dan DVD nya rusak total.

Setelah kejadian itu. Saya serasa vakum untuk mengadakan burning CD/DVD karena pasti pada akhirnya saya dirugikan. Karena kebetulan di laptop saya terdapat beberapa film (bukan blue film ya…), musik, dan gambar-gambar, teman saya jadi tertarik untuk memburningnya dengan menggunakan DVD blank nya. Saya pun menjelaskan resiko yang terjadi jika tiba-tiba terjadi error dan teman saya itu menerima segala konsekuensinya.

Karena secara kebetulan program komersial di Windows 7 saya sudah uninstall, maka saya mencoba-coba untuk menggunakan program CD/DVD Creator-nya ubuntu 9.04 yang ‘gratis’ untuk memburning. Saya kemudian memilih-milih data yang ingin di burning. Proses perburningan sedang berlangsung dan hasil akhirnya…. Berhasil!!! Data telah ditulis baik dalam DVD tanpa error.

Saya langsung mengambil kesimpulan bahwa program komersial belum tentu berkuasa dibandingkan dengan Free Open Source Software (FOSS). Walau FOSS masih memiliki kekurangan dalam hal kemudahan serta tampilan yang kurang begitu memanjakan pengguna, tetapi FOSS memiliki kompatibilitas yang cukup powerfull. Saya juga kemudian mengambil kesimpulan kalau ternyata DVD Drive saya bukan lemah dalam membaca dan menulis, tetapi software yang digunakan tidak memiliki kempuan yang memadai.

Itulah segala pengalaman saya menggunakan FOSS. Mungkin saja saya salah persepsi dalam menilai suatu software. Mungkin saja software komersial yang saya gunakan di Windows 7 masih dalam tahap semi kompatibel. Tetapi bukan itu yang saya permashalakan. Intinya FOSS (dalam hal ini CD/DVD Creator) yang pertama kali memecahkan masalah saya. Saya akhirnya tidak ragu-ragu lagi dalam memburning data.

Categories: Sains
  1. December 5, 2009 at 5:56 pm

    Whehehe.. Saya sudah hampir 2 tahun tidak menggunakan Winduz. Sejauh ini lancar2 saja ko’. Cukup berat memang, pertama kali full Linux (sebelumnya dual boot).

    Namun saya kira itu cuma masalah kebiasaan saja. Sekarang tinggal kemauan kita untuk beralih ke System Operasi dan Software halal.

    Sejak menggunakan software halal hati saya menjadi lega sekaligus puas. Want’ a try?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: